Wednesday, November 15, 2017

Kehamilan Ektopik, Apakah Itu?

Apa Sih Sebenarnya Kehamilan Ektopik Itu?

Kehamilan ektopik atau juga yang lebih dikenal sebagai kehamilan diluar kandungan,dimana sel telur yang sudah dibuahi tidak mampu menempel atau melekat pada rahim ibu,namun melekat pada tempat yang berbeda yaitu di tuba falopi atau saluran indung telur.Atau kehamilan ektopik merupakan suatu kondisi dimana sel telur yang telah dibuahi mengalami inflantasi pada tempat yang bukan seharusnya yaitu uterus.Dan jika sel telur yang telah dibuahi menempel pada saluran telur,hal ini akan menyebabkan pecahnya sel telur akibat pertumbuhan embrio.

Prosentase Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik menimpa sekitar 1% dari seluruh kehamilan dan hal ini merupakan suatu kondisi darurat yang membutuhkan pertolongan secepatnya,karena jika dibiarkan kondisi ini sangat berbahaya dan mengancam jiwa ibu.Hal ini disebabkan oleh pendarahan dalam rongga abdomen,dan bukan terjadinya pendarahan keluar.Dalam kasus kehamilan ektopik,janin sangat kecil kemungkinannya untuk dapat bertahan hidup.Namun disejumlah konsisi kecil,contoh pada kehamilan abdominal,kehamilan dan janin dapat bertahan hingga masa persalinan.Dan jika persalinan dilakukan dengan Caesar,maka ada harapan serta  kemungkinan bayi dapat bertahan.

Peluang terkena kehamilan ektopik

Peluang terkena kehamilan ektopik lebih tinggi jika saluran telur rusak karena radang perut misal (usus buntu,atau infeksi klamida),atau karena operasi rongga perut.IUD(spiral) juga meningkatkan risiko kehamilan ektopik.

Penyebab kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik biasanya disebabkan oleh berbagai hal,dan yang paling sering adalah disebabkan adanya infeksi pada saluran falopi(tuba falopi).Kehamilan ektopik besar kemungkinan terjadi pada kondisi:
  • Ibu pernah mengalami kehamilan ektopik sebelumnya
  • Ibu pernah mengalami operasi pembedahan pada daerah sekitar tuba falopi
  • Ibu pernah mengalami Diethylstiboestrol(DES) selama masa kehamilan
  • Kondisi tuba falopi yang mengalami kelainan congenital
  • Memiliki riwayat Penyakit Menular Seksual (PMS) seperti gonorrhea,klamidia dan PID (pelvic inflammatory disease)

Tanda dan Gejala Kehamilan Ektopik

Pada usia kehamilan mencapai usia 6-10minggu,biasanya ibu hamil yang mengalami kehamilan ektopik akan mengalami gejala:
  • Nyeri hebat pada perut bagian bawah
  • Pendarahan vagina diluar menstruasi
  • Rasa sakit pada salah satu sisi daerah panggul dan biasanya terjadi secara tiba-tiba
  • Ibu hamil biasanya mengalami pingsan dan mual
  • Gejala Tahap Lanjut Kehamilan Ektopik
  • Nyeri atau sakit pada perut yang semakin sering
  • Adanya hipotensi
  • Denyut nadi akan  semakin cepat
  • Kulit muka ibu hamil terlihat pucat

Diagnosa Kehamilan Ektopik

Karena beberapa gejala diatas juga dapat terjadi pada kehamilan normal,dokter biasanya  sulit untuk mendiagnosis. Oleh karena itu ada beberapa tes yang bias dilakukan jika dicurigai ada kehamilan ektopikantara lain :
•          Menggunakan ultrasound,dokter mungkin dapat melihat kehamilan ektopik,karena    adanya darah di tuba falopi yang rusak atau embrio diluar uterus.
•          Laparoskopi melalui sayatan kecil di perut dapat dengan mudah bila embrio diluar rahim
•          Mengukur kadar hormone kehamilan hCG(human chorionic gonadotopin).Dalam kehamilan normal kadar hCG diperkirakanberlipat kira-kira sekitar dua hari hingga minggu ke-12.Jika hCG diperkirakan tidak meningkat,mungkin ada sesuatu yang salah pada kehamilan

Pengobatan pada Kehamilan Ektopik

Para Dokter akan selalu membatalkan kondisi kehamilan ektopik dengan cara pemberian obat-obatan untuk menahan perkembangan embrio.Efek jangka panjangnya adalah akan dapat terhindarkan jika,kehamilan ektopik dapat terdeteksi sejak dini.Jika kehamilan ektopik telah terdeteksi sejak dini,hal ini dapat ditangani dengan pemberian obat suntik agar dapatdiserap oleh tubuh ibu hamil,hal ini dapat menyebabkan kondisi tuba falopi masih dalam keadaan utuh.jika kondisi serius,seperti jika tuba falopi telah mengembang,maka dokter akan melakukan operasi.

No comments:

Post a Comment

Adopsi Alternatif Memancing Kehamilan. Mengapa Tidak?

Menjadi orang tua dari anak kandung sendiri sudah pasti merupakan harapan setiap pasutri. Kehadiran sang buah hati yang telah ditunggu, apa...