Friday, November 17, 2017

Cara Cepat Membiasakan Bayi pada Rutinitas

Mengapa Membiasakan Bayi pada Rutinitas? Jadwal Kebutuhan balita, apalagi pada usia di bawah 1 tahun, sangatlah sederhana. Yang ia perlukan hanyalah tidur, makan, bermain dan kasih sayang yang cukup. Rutinitas ini sepertinya mudah diterapkan tanpa perlu pengaturan. Jangan salah, bahwa bayi sebaiknya sudah menjalani rutinitas yang teratur sejak dini agar orang tua lebih mudah menyeimbangkan pola pengasuhan dan keperluan bayi.
Misalnya bayi minum susu setelah mandi pagi baru kemudian bermain atau jalan-jalan ke luar rumah. Bayipun akan sedini mungkin belajar memprediksi apa yang akan terjadi pada dirinya.
Biasakan bayi pada rutinitas

Kapan Harus Mulai Membiasakan Bayi pada Rutinitas?

Banyak pakar pendidikan anak menganjurkan orang tua untuk mulai menerapkan kebiasaan rutin pada anak mulai usia 2 sampai 4 bulan. Sebelum usia ini umumnya bayi akan lebih banyak melalui harinya dengan kebiasaan tidur dan makan.
Dengan mencermati kebiasaan anak makan, tidur dan waktu terjaga dapat memberi sinyal bagi orang tua untuk memahami kebiasaan irama anak. Hal ini akan dapat membantu menentukan pola rutinitas yang dapat diterapkan.
Membiasakan Bayi pada Rutinitas
Ilustrasi Cara Membiasakan Bayi pada Rutinitas 
Saat baru lahir sampai 2-4 bulan pertama yang penting bagi bayi adalah mendapatkan asupan ASI (air susu ibu) atau susu formula yang cukup, sehingga ibu tidak boleh menundanya dengan alasan apapun. Yang harus dilakukan orang tua adalah mengikuti naluri alam bayi.

Pilihan Rutinitas?

Jadwal Mengikuti Orang Tua
Jadwal ini biasanya berlaku ketat, karena orang tua dapat menentukan kapan anak makan, kapan tidur, berapa lama tidur dan kapan anak bermain. Meskipun biasanya orang tua menyusun jadwal berdasarkan saran dokter anak dengan pertimbangan pola alami aktivitas bayi yang umum terjadi. Biasanya jadwal ini sangat ketat bahkan tak jarang sampai ke menit
kegiatan.

Jadwal Mengikuti Bayi
Jadwal ini sangat fleksibel dan dapat diputuskan setelah aktivitas bayi berlangsung. Misalnya setelah bayi mandi pagi, maka tidak perlu setelah itu makan atau minum
ASI. Misalnya bayi terlihat mengantuk dan lebih ingin tidur, maka orang tua akan membiarkannya tidur terlebih dahulu daripada menyuapi atau menyusuinya terlebih dahulu. Setelah beberapa minggu pertama, kebanyakan bayi membentuk sendiri pola yang teratur antara tidur, bermain, dan makan. Tapi jadwal bayi dapat bervariasi dari hari ke hari tergantung pada sinyal bayi.

Kombinasi Keduanya
Menyatukan kedua elemen di atas. Dengan pendekatan ini Anda akan memiliki jadwal untuk bayi saat makan, tidur, bermain dan seterusnya dengan pola yang sama setiap hari tetapi dengan fleksibilitas dibanding rutinitas ketat. Misalnya tidur siang lebih lama yang menunda jadwal makan siang atau memberi makan/ASI di sela-sela ia bermain.
Yang penting diperhatikan adalah kenyamanan anak, tapi tidak membuat orang tua kelelahan untuk selalu mengikuti pola alami bayi. Sesekali bayi juga harus melalui jadwal yang lebih ketat agar ia lebih berpola dalam aktivitas hariannya.
Semoga Bermanfaat.

No comments:

Post a Comment

Adopsi Alternatif Memancing Kehamilan. Mengapa Tidak?

Menjadi orang tua dari anak kandung sendiri sudah pasti merupakan harapan setiap pasutri. Kehadiran sang buah hati yang telah ditunggu, apa...